Hikmah Pagi : Pesan Dakwah dari Seorang Pemikir Islam Mesir

Sumber Foto: www.google.com

Sekitar dua tahun yang lewat, kami berjumpa dan menemani sosok yang menjadi buah bibir dimasyarakat luas terutama di Mesir, beliau adalah Dr. Najih Ibrahim, salah satu pendiri Jama’at Islamiyyah Mesir. Yang pernah dipenjara di masa rezim Husni Mubarok sekitar 25 tahun di bawah tanah, yang hampir matanya tidak bisa melihat.

Beliau bercerita disela-sela kunjungannya di Jakarta bersama Syekh Dr. Amru Wardhani murid senior Syekh Prof. Ali Jum’ah, dahulu ketika saya memimpin Jama’ah Islamiyyah di Mesir saya merasa sudah berbuat besar untuk umat Islam karena jumlah pengikutnya mecapai jutaan umat, terstruktur dan terorganisir dengan baik. Setelah melalui perenungan lama, ternyata saya sadar sebenarnya yang saya lakukan tidak seberapa dibandingkan para ulama’-ulama’ terdahulu; terlebih setelah saya membaca buku “باطن الإثم” Bathinul Itsm (Menakar Dosa dari dalam Jiwa) karya ulama’ besar Syekh Ramadlan al-Buthy. Saya merasakan bahwa yang saya lakukan selama ini adalah salah dan belum apa-apa, masih terdapat riya’, ‘ujub dan lain sebagainya. Saya menyesalinya dan menangis sejadi-jadinya serta bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Yang akhirnya saya memutuskan untuk bergabung bersama para Masyayikh Azhar (Para Ulama’ Azhar Asy-Syarif), di sini saya menemukan dakwah yang sesungguhnya; dakwah dengan cinta kasih dan kesantunan, bukan menyalahkan apalagi menghujat dan merasa paling benar. Kemudian beliau mengatakan,

الدعوة إلى الله هي الصدع بالحق والرحمة بالخلق

Dakwah kepada Allah adalah menyuarakan kebenaran dan menebar kasih sayang kepada sesama.

Maka jika kamu dakwah kepada Allah jangan pernah takut rintangan, karena dakwah kepada Allah adalah menyeruh kepada-Nya tanpa kepentingan ataupun pujian apalagi embel-embel. Ujar Beliau.

Karena memang benar apa yang beliau katakan ketika dakwah kepada Allah yang menjadi tujuan maka kita akan melihat bahwa kita semua adalah bersaudara dan masuk surga bersama-sama, dan hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah dan di shahihkan oleh Imam al-Hakim,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ستفترق أمتي على نيِّف وسبعين فرقة، كلها في الجنة إلا واحدة. وفي رواية عند الديلمي: ((الهالك منها واحدة)). قال العلماء: هي الزنادقة.

Rasulullah ShallAllahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, akan terpecah umatku menjadi 71-79 golongan, semuanya masuk Surga kecuali satu. (H.R al-Hakim dan dishahihkannya), dalam riwayat ad-Dailamy : yang binasa satu. Ulama’ memberikan komentar bahwa yang binasa atau yang masuk neraka adalah zindiq (orang yang menampakkan keimanannya dan menyembunyikan kekafirannya). (Lihat: Kasyful Khafa’ Jilid 1, Hal. 150)

Pelajaran sangat penting adalah terkadang kita merasa besar, merasa banyak pengikut, merasa hebat, banyak sanjungan terlebih merasa paling ahli surga. Sebenarnya ini adalah fitnah yang bisa menjerumuskan, beliau yang jama’ahnya mencapai jutaan umat merasa belum berbuat apa-apa dan banyak penyesalan, apalagi kita.

Maka setiap kita punya ruang dakwah sesuai kemampuan kita masing-masing, untuk mengajak kepada kabaikan bukan untuk mengharapkan sanjungan. Karena anda boleh jadi adalah termasuk orang-orang pilihan Allah.
Maka jangan sampai hanya sibuk merapatkan kaki, namun tidak pernah sibuk menata hati.

Karena ingat, loyalitas dibangun bukan karena jabatan, bukan juga karena uang tapi karena keimanan.

Semoga Allah menata hati kita untuk istiqomah dalam menyampaikan kebenaran, dan senantiasa mengharapkan ridlo dari Allah. Ya Rabb jaga hati kami dan seluruh raga kami, hapuskan penyakit hati dalam diri kami, sibukkan kami dengan dosa-dosa kami Ya Allah,

اللهم لا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
.
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan musibah (yang menimpa) kami mempengaruhi agama kami, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar dan puncak ilmu kami, dan janganlah Engkau jadikan orang yang tidak menyayangi kami (orang-orang dzalim) sebagai orang yang menguasai kami." Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah ZA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox

@templatesyard