Hikmah Pagi: Persatuan Umat Lebih Penting dari pada Pendapat Baru (Fenomena Pengusiran Ustadz yang Lagi Heboh)
Dinarasikan dalam kitab al-Musawwadah fi Ushul al-Fiqh:
Al-Qadhi Abu Ya'la didatangi seorang pelajar fiqh untuk belajar mazhab Hambali kepadanya; Lalu Abu Ya'la menanyakan tentang negeri asalnya. Pelajar itu memberitahukan tentang kondisi negerinya (termasuk dalam bermazhab).
Abu Ya'la berkata kepadanya: Penduduk negerimu mayoritas bermazhab Syafi'i. Kenapa kamu akan berpindah ke mazhab kami?
Pelajar itu berkata: Aku berpindah dari mazhab Syafi'i karena suka kepada Anda.
Abu Ya'la berkata: Ini jelas tidak baik. Jika kamu hidup di negerimu mengikuti mazhab Hambali, sementara seluruh penduduk negerimu mengikuti mazhab Syafi'i, kamu tidak akan menemukan seseorang yang akan mentela'ah ulang pelajaran dan belajar bersama kamu. Dan kamu pasti akan mengobarkan permusuhan dan menimbulkan pertengkaran. Justru kamu semestinya mengikuti mazhab Syafi'i seperti penduduk negerimu dan itu lebih baik.
Kemudian Abu Ya'la menunjukkan pelajar tersebut kepada Syaikh Abu Ishaq dan membawanya kepada beliau untuk belajar fiqh Syafi'i.
Syaikh Abi Ishaq adalah pengarang kitab al-Muhadzdab, kitab monumental dalam mazhab Syafi'i yang di syarah oleh Imam Nawawi dengan kitab al-Majmu'.
Hal ini memberikan pelajaran bagi kita; bahwa menjaga persatuan umat lebih penting dari pada mengemukakan pendapat yang berbeda, sehingga tidak terjadi gejolak dan kontroversi dimasyarakat. Semoga Allah menjaga persatuan umat Islam dan mari menebarkan dakwah yang rahmatan lil 'alamin. Al-Faqir Ila Allah ZA.
Dinarasikan dalam kitab al-Musawwadah fi Ushul al-Fiqh:
(عن القاضي أبى يعلى أنه قصده فقيه ليقرأ عليه مذهب أحمد فسأله عن بلده فأخبره.
فقال [أي أبو يعلى] له: إن أهل بلدك كلهم يقرأون مذهب الشافعي فلماذا عدلت أنت عنه إلى مذهبنا.
فقال له: إنما عدلت عن المذهب رغبة فيك أنت.
فقال [القاضي أبو يعلى]: ان هذا لا يصلح فإنك إذا كنت في بلدك على مذهب أحمد وباقي أهل البلد على مذهب الشافعي لم تجد أحدا يعيد معك، ولا يدارسك وكنت خليقا أن تثير خصومة وتوقع نزاعاً، بل كونك على مذهب الشافعي حيث أهل بلدك على مذهبه أولى ودله على الشيخ أبى إسحاق وذهب به إليه).
Al-Qadhi Abu Ya'la didatangi seorang pelajar fiqh untuk belajar mazhab Hambali kepadanya; Lalu Abu Ya'la menanyakan tentang negeri asalnya. Pelajar itu memberitahukan tentang kondisi negerinya (termasuk dalam bermazhab).
Abu Ya'la berkata kepadanya: Penduduk negerimu mayoritas bermazhab Syafi'i. Kenapa kamu akan berpindah ke mazhab kami?
Pelajar itu berkata: Aku berpindah dari mazhab Syafi'i karena suka kepada Anda.
Abu Ya'la berkata: Ini jelas tidak baik. Jika kamu hidup di negerimu mengikuti mazhab Hambali, sementara seluruh penduduk negerimu mengikuti mazhab Syafi'i, kamu tidak akan menemukan seseorang yang akan mentela'ah ulang pelajaran dan belajar bersama kamu. Dan kamu pasti akan mengobarkan permusuhan dan menimbulkan pertengkaran. Justru kamu semestinya mengikuti mazhab Syafi'i seperti penduduk negerimu dan itu lebih baik.
Kemudian Abu Ya'la menunjukkan pelajar tersebut kepada Syaikh Abu Ishaq dan membawanya kepada beliau untuk belajar fiqh Syafi'i.
Syaikh Abi Ishaq adalah pengarang kitab al-Muhadzdab, kitab monumental dalam mazhab Syafi'i yang di syarah oleh Imam Nawawi dengan kitab al-Majmu'.
Hal ini memberikan pelajaran bagi kita; bahwa menjaga persatuan umat lebih penting dari pada mengemukakan pendapat yang berbeda, sehingga tidak terjadi gejolak dan kontroversi dimasyarakat. Semoga Allah menjaga persatuan umat Islam dan mari menebarkan dakwah yang rahmatan lil 'alamin. Al-Faqir Ila Allah ZA.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar